Rumah Kopi Singa Tertawa Book · 172 pages

Text Rumah Kopi Singa Tertawa

Rumah Kopi Singa Tertawa Book · 172 pages É ➵ [Reading] ➷ Rumah Kopi Singa Tertawa By Yusi Avianto Pareanom ➪ – Helpyouantib.co.uk Apa yang akan kaulakukan jika tahu kapan dan bagaimana kematianmu datang dosa lama menggetok kepala anak buta memanggilmu novelmu segera diluncurkan sementara bentuk tubuhmu memalukErangmu atau terkena penyakit yang mengundang tawa?Rumah Kopi Singa Tertawa menyodorkan pertanyaan pertanyaan tersebut sembari mengajak pembacanya tertawa menangis dan ikut bersama penulisnya mengopyok berbagai khazanah kebudayaan dunia dan menjadikannya kegilaan baruCerita cerita yang ada dalam buku ini ditulis dalam Ada 2 cerpen tambahan di buku ini berjudul Rumah kopi singa tertawa 20 dan Kapal perang Selain itu susunan cerpennya juga berubah meski cerita pembuka dan akhurnya masih samaPerasaan pas bacanya masih sama ya masih bikin ngakak bengong dan mikir ni orang pas nulis ginian mikir apaanSalah satu kumpulan cerita yang wajib kamu baca

Yusi Avianto Pareanom Ü Rumah Kopi Singa Tertawa Reader

Kurun 1989 2011 Kecuali 'Laki laki di Ujung Jalan' cerita yang lain pernah dimuat di media massa dalam bentuk yang sama attau sedikit berbeda 'Tiga Laki laki dan Seekor Anjing yang Berlari' dan 'Telur Rebus dan Kulit Kasim' ditukil dari novel Raden Mandasia si Pencuri Dagng SapiPSAda 18 cerita pendek di dalam kumcer in Jago banget emang deskripsi makanan hal hal menjijikan BNGST lah ini Ditunggu buku selanjutnya

Kindle Ô Rumah Kopi Singa Tertawa Ü Yusi Avianto Pareanom

Rumah Kopi Singa TertawaApa yang akan kaulakukan jika tahu kapan dan bagaimana kematianmu datang dosa lama menggetok kepala anak buta memanggilmu novelmu segera diluncurkan sementara bentuk tubuhmu memalukan tetanggamu selalu mengantar makanan yang tak pernah enak orang yang kaubenci dimutilasi terbelit Hukum Murphy serangkaian kebetulan meny Kegetiran yang MenyegarkanHumor tampaknya menjadi sesuatu yang ditinggalkan dan menjadi barang langka dalam karya sastra Indonesia selama beberapa tahun terakhir iniHanya segelintir penulis yang mampu melakukannya sehingga sastra tenggelam dalam dikotomi “serius” dengan harus mengisahkan perlawanan terhadap ketidaksewenang wenangan pada penguasa membela yang terpinggirkan perjuangan misalnya Laskar Pelangi pergulatan di dunia luar Ayat ayat Cinta dan Negeri 5 Menara atau mendobrak hal hal tabu seperti yang dulu pernah dilakukan penulis perempuan dalam label “sastra seks”Kalau dalam puisi humor sudah mulai diterima seperti misalnya puisi mutakhir Joko Pinurbo Namun sayangnya ini tidak berlaku dalam karya prosaPadahal tidak sepenuhnya begitu Misbach Yusa Biran dalam Keajaiban Pasar Senen Danarto dalam Kacapiring cerpen cerpen Putu Wijaya era 1980 an cerpen Seno Gumira Ajidarma atau kini beberapa cerpen Akmal Nassery Basral mampu menawarkan komedi yang mampu menelisik dalam karya sastra Semuanya begitu memikat Jadi janganlah “bercanda” dalam karya sastra langsung buru buru “divonis” sebagai bacaan pop bukan sastraSalah satu contohnya adalah Rumah Kopi Singa Tertawa kumpulan cerpen pertama Yusi Avianto Pareanom Kumpulan cerpen mantan jurnalis Forum Keadilan dan Tempo ini jika Anda baca setidaknya mampu menawarkan formula penulisan cerpen yang pada umumnya bernuansa komedi getir yang menyegarkanTengoklah cerpen “Dari Dapur Bu Sewon” hlm 124 Cerpen ini mengisahkan Bu Sewon pemilik rumah kontrakan yang baik hati Ia selalu mengantarkan masakannya kepada tetangganya salah satunya suami istri tokoh cerita ini yang mengontrak rumahnyaSial makanan yang selalu dikiriminya tidak enak dan aneh bentuknya Namun tentu saja sulit menolak pemberian Bu Sewon Cerita berakhir ketika Bu sewon jatuh terpeleset di kamar mandi sehingga ia harus dibawa ke rumah sakit oleh sang tokoh Karena lukanya cukup parah Bu Sewon berka ta lirih bahwa ia tak bisa mengantarkan makanan lagiTentu saja perkataannya ini bak “doa yang terjawab” sang tokoh Sebuah cerpen yang sederhana memang tetapi dengan lihai Yusi mampu mengantarkan pembaca pada narasi yang jenaka tetapi getir”Aku juga tak tahu persis apa yang menggerakkannya boleh jadi campuran kebaikan hati yang melimpah ruah dan keinginan murni menjadikan kami korban eksperimen oleh dapurnya dengan yang terakhir dosisnya lebih tinggi Tampaknya kian lama Bu Sewon kian ganas berbagi masakannya”hlm 125Ada pula cerpen “Sengatan Gwen” hlm 97Cerpen ini mengisahkan seorang pegawai cantik yang mendadak jadi primadona di sebuah kantor Gwen “terlalu cakep untuk tidak ditaksir” demikian narasi Yusi sehingga membuat semua lelaki salah tingkah Yang beruntung bisa akrab dengannya adalah SamSam begitu beruntung karena banyak selera musik film dan buku mereka sama Namun ketika keakraban mereka mulai jauh tepatnya ketika hanya mereka berdua di rumah Sam dan gairah Sam mulai terbuka Gwen malah kaburRupanya Sam salah mengerti tentang perasaan Gwen selama ini mungkin masih menganggap Sam sebagai sahabat saja Bagusnya tentu saja sebagai narator Yusi tak menuliskannya ia hanya menggambarkan ketika gairah Sam memuncak dan dipikirnya Gwen menerima ia malah kabur Komedi getir telah berlangsungPada umumnya cerita cerita Yusi sederhana namun berhasil diolah dengan tutur bahasa yang nakal getir namun menyegarkan tanpa perlu berlarat larat dengan kalimat puitis sesuatu yang biasanya menggoda penulis sastra Kalimatnya langsung tanpa tedeng aling laing j