Semusim dan Semusim Lagi doc ´ Paperback

book Ö Semusim dan Semusim Lagi É Andina Dwifatma

Semusim dan Semusim LagiPemenang Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2012 “ditulis dengan teknik penceritaan yang intens serius eksploratif dan mencekam”Dewan Juri Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2012Surat Kertas HijauSegala kedaraannya tersaji hijau mudaMelayang di lembaran surat musim bungaBerita dari jauhSebelum kapal angkat sauhSegala kemontokan menon Saya sepakat dengan resensi buku dari Satyo A Saputro Mengurai isi buku ini dengan sebutan berisi Berikut ulasannya saya posting kembali di siniMengapa saya harus mempostingnya kembali? Satyo A Saputro memberi nama tokoh Aku dengan nama Nurul Kebetulan? mungkin saja Tapi terkadang saya adalah anak gila itu Menyendiri di sudut kelas dengan membaca novel ketika teman teman sekelas sibuk mengerjakan PR Mate matika atau FisikaOleh Satyo A SaputroSatu hal yang ingin saya katakan di awal sebelum saya bicara panjang lebar bahwa membaca novel Semusim dan Semusim Lagi selanjutnya akan disebut Semusim karya Andina Dwifatma mengingatkan saya pada banyak hal Salah satunya adalah pada novel Misteri Soliter karya Jostein Gaarder Memang tidak persis sama dan bahkan ada banyak hal yang berbeda tapi kemunculan Sobron ikan mas koki yang bisa bicara itu membawa ingatan saya akan kartu kartu remi yang hidup di novel tersebut Setidaknya ada semangat surealisme yang serupaSementara di sisi lain entah sebuah kebetulan atau memang sesuatu yang disengaja alur pembuka Semusim ini juga memiliki kemiripan dengan novel Jostein yang lain yaitu Dunia Sophie di mana pada suatu hari seorang gadis remaja menerima sepucuk surat misterius Jika di Dunia Sophie sang gadis menerima sepucuk surat yang berisikan sebuah pertanyaan “Siapa kamu?” sementara tokoh di Semusim menerima sepucuk surat dari seseorang yang mengaku sebagai ayahnyaAdegan di rumah sakit jiwa juga mengingatkan saya pada novel Veronika Decides to Die karya Paulo Coelho di mana sang tokoh utama diberi berbagai macam obat yang tak perlu hingga keadaannya justru semakin memburuk dan pada suatu ketika melihat pasien lain yang sedang disetrum oleh petugasLalu apa yang salah? Tidak ada Saya cuma mau bilang bahwa novel ini mengingatkan saya pada banyak hal termasuk pada seorang kawan sekelas saya waktu SMA yang gemar menyendiri dan tak suka bergaul dengan banyak orang Ketika itu sementara gadis gadis lain suka membaca majalah remaja semacam Aneka Yess atau Kawanku kawan perempuan saya itu lebih suka membaca majalah Misteri dan Liberty Mungkin dia memang tidak benar benar memiliki masalah kejiwaan seperti tokoh ‘aku’ di novel Semusim tapi setidaknya saat itu saya dan kawan kawan yang lain menganggapnya begitu Untuk itulah mulai dari sekarang saya secara semena mena dan tanpa persetujuan penulis akan menyebut tokoh ‘aku’ dengan nama kawan saya itu NurulTentu saja tindakan kurang ajar ini boleh digugat Namun saya terinspirasi sang tokoh ‘aku’ di novel Semusim yang gemar mengganti nama orang lain yang dirasanya kurang menarik atau menyematkan nama sesukanya ke orang yang tidak dia kenal Lihat saja bagaimana dia menyebut ayahnya sebagai ‘Joe’ hanya karena nama sang ayah ternyata tidak sekeren yang dia bayangkan sementara semua lelaki hebat dan keren yang diketahuinya pasti bernama Joe hlm 58 Juga bagaimana dia menyebut seorang polisi wanita dengan nama ‘Maria’ karena perempuan itu memiliki wajah sedih seperti ibu yang anaknya disalib orang hlm 146 Toh kata Barthes ketika sebuah teks terlahir maka sang pengarang sudah ‘mati’ bukan?Secara garis besar ide dasar novel Semusim ini terbilang sederhana yaitu tentang kondisi kejiwaan seorang remaja perempuan yang tak pernah mengenal ayahnya sejak kecil Namun berkat kepiawaian penulis dalam bertutur dan memainkan alur ide dasar yang sebenarnya sederhana itu menjelma sebuah kisah yang menarik dan lumayan menyenangkan untuk diikutiDiceritakan di novel Semusim saat mempersiapkan diri untuk memulai kuliah di jurusan Sejarah di sebuah universitas swasta Nurul menerima sebuah surat dari seseorang yang mengaku sebagai ayahnya Memenuhi undangan sang ayah dia meninggalkan rumah ibunya untuk kemudian tingg

Andina Dwifatma É Semusim dan Semusim Lagi book

Melanjutkannya dengan kalimat demi kalimat yang akhirnya terbentuk menjadi roman ini Saya kira itulah cara yang baik untuk merayakan keberadaan kata di tengah dunia yang lebih sering tak sadar bahwa kata itu ada sehingga menyia nyiakannya Namun menulis bukanlah satu satunya cara karena masih ada cara lain untuk merayakannya yakni membacanya Seno Gumira Ajidar Bayangan punya banyak kawan yang menelepon hanya untuk mengobrol membuatku meneteskan keringat dingin hal87Mana mungkin kita nggak jatuh hati sama tokoh utama yang bicara seperti itu? Gadis aneh dengan pikiran pikiran nyeleneh yang seolah tak punya tempat di dunia bahkan tak yakin harus berbuat apa dengan dirinya sendiriSaya suka sindiran sindiran yang muncul di sana sini seperti Kukira alasan pertama dan utama anak anak wajib menghormati orangtuanya adalah karena orangtualah yang membayar internet mereka Atau bapak bapak dari komisi perlindungan anak yang memaksa dipanggil Kak padahal sudah tua dan berubanSaya kurang suka 'pengetahuan' yang diumbar penulis dengan fakta fakta tentang musik dan buku yang disukai si tokoh dan para filsuf yang 'dikenal' si tokoh Saya jadi merasa kayak diguruiSaya suka orang orang misterius di sekeliling si tokoh seperti ibu dan ayahnya sendiri Tapi sampai buku selesai saya merasa belum mengenal mereka Atau memang seharusnya begitu ya?Saya juga suka cara penulis bertutur dan bercerita tidak banyak kata kata terbuang tanpa makna Kecuali ya pas bagian 'menggurui' tadiJadi saya suka buku ini tapi ternyata tidak sebegitu sukanya seperti perkiraan awal saya saat membaca pujian dari orang orang yang sudah membaca buku ini Tapi saya senang karena sudah memilih untuk tidak melewatkannya

text Semusim dan Semusim Lagi

Semusim dan Semusim Lagi doc ´ Paperback Ï ❰Reading❯ ➿ Semusim dan Semusim Lagi Author Andina Dwifatma – Helpyouantib.co.uk Pemenang Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2012 “ditulis dengan teknik penceritaan yang intens serius eksploratif dan mencekam”Dewan Juri Sayembara Menulis Novel Dewan KeseJol di kata kataMenepis dalam kelakar sonder dustaHarum anak daraMengimbau dari seberang benuaMari Dik tak lama hidup iniSemusim dan semusim lagiBurung pun berpulanganMari Dik kekal bisa semua iniPeluk goreskan di tempat iniSebelum kapal dirapatkanSitor Situmorang 1953Dari sebuah sajak seorang penulis memindahkan suatu baris dan menjadikannya suatu judul lantas Tidak banyak novel yang dapat membuat saya betah untuk saat ini beberapa ada yang berhasil Nayla Djenar dan Na Willa Reda Gaudiamo Dan buku ini masuk kategori berhasil Untuk membaca teks dengan baik kadang saya merasa penting membaca pengarangnya Kebetulan Mbak Andina salah satu Endorser buku Waktu Pesta yang pernah saya jumpai langsung di acara #GatherinGPU beberapa gambaran tentangnya muncul di benak saya cantik pintar cerdas berkomunikasi pemikiran yang menarik dst Teks yang ia tulis juga tak jauh dari bagaimana sosok personalnya benar benar cerdas Banyak muatan dan wawasan yang bahkan saya harus bertanya pada Om Google untuk keterhubungan beberapa lain saya cerna dengan nikmat sebagai wawasan baru walau pun kadang saya kerap merasa terlalu banyak tidak proposional menjejali teks dengan subtansi subtansi yang sarat wawasan terkesan 'pamer pengetahuan' aku pengarang bukan lagi aku tokoh Tapi toh itu tidak masalah karena boleh jadi memang kebutuhan alasan penguatan karakter Novel ini punya lem sehingga ketika memegangnya pantat dan tangan yang menjepit buku ini terasa menempel terus Enggan melepaskan Suspense yang dibangun memikat Dan beberapa lainnya adalah uniknya gaya Kak Andina misal melakukan repitisi kata dandandan Unik lainnya identitas dibuat samar namaku Sementara itu di halaman 112 dada saya mulai berdebar membacanya Pengarang mulai menunjukkan taring nakalnya Di beberapa bagian juga ditunjukkan tak ada lagi istilah 'malu' untuk menuliskan kata kata semacam penis atau vagina cium dan seterusnya Berani itu komentar saya Secara keseluruhan novel ini menarik Eksekusinya lancar berhasil dan memesona Saya jatuh cinta pada novel yang memang layak juara ini Untuk Kak Andina semoga lain waktu kita bisa diskusi panjang ya dan kita sama sama mendoakan agar bisa menulis dalam usia yang panjangSuksesSalam untuk Sobron