read doc ↠ De Liefde ✓ è helpyouantib

Afifah Afra Î De Liefde doc

read doc ↠ De Liefde ✓ è helpyouantib ä [BOOKS] ✫ De Liefde By Afifah Afra – Helpyouantib.co.uk Tak mudah menjalani pembuangan di sebuah negeri asing meskipun negeri itu adalah negeri Belanda Tempat ia pernah menyemai cita cita menggali ilmu pengetahuan setinggi tingginya Sekar Prembayun tertati Tak mudYa Rinnah van de Brand yang ingin mendapatkan hak pengasuhan anaknya meski ia hanya seorang Nyai Belanda Sekar dan Everdine di tengah perjuangannya melawan sistem hukum yang tak berpihak pada kaum inlander harus pula memperjuangkan arti sebuah kesetiaan Karena cinta sejati memang begitu sulit diejawantahkan Apakah Sekar Everdine dan yang lain berhasil meramu sebuah de liefde cinta yang menginspirasi perjuangan mereka? Dan siapakah sebenarnya keluarga Van De Brand itu? Mengapa di satu sisi Richard van de Brand menjadi salah seorang yang sangat berkuasa di Hindia Belanda dan memiliki peluang menjadi gubernur jenderal bahkan perdana menteri namun di si Cukup lama waktu tenggang dari membaca yang pertama De winste Hal yang membuat saya meraba raba di awal untuk mengingat bagaimanakah jalan cerita di sekuel awalnyakeseluruhan saya sukameski banyak yang menggantung dan menimbulkan tanda tanya di akhir ceritamales bikin review

book ñ Î Afifah Afra

Si lain ada Daalen van de Brand kakaknya yang tergolek sebagai pecandu narkotika di salah satu kamar sempit di Rumah Bordil De Lente? Mengapa kakak beradik yang sejak muda bermusuhan itu menempuh jalan hidup yang begitu berbeda? Dan apa hubungan mereka dengan Rinnah van de Brand yang gila dengan Roesmini van de Brand yang menjadi pelacur? Novel kedua dari tetralogi De Winst ini begitu penuh liukan konflik Akan tetapi konfliknya bergaris garis romantis Epik menggariskan idealisme yang tegas namun balutan asmara membuat epik ini menjadi kisah yang memikat Jika De Winst berhasil mencatat kesuksesan maka seuelnya ini pun tak kalah menawan Selamat membac Seuel dari De winst yang ku baca sekitar dua tahun yang lalu Awalnya merasa begitu antusias karena De Winst seperti menyisakan penasaran yang cukup nyata ketika selesai membacanya dulu Sedikit kesulitan awal nya membaca buku ini mulai dari ingatan tentang De Winst yang tidak terlalu jelas tokoh yang diceritakan bertambah dua kali lipat dan yang cukup mengganggu adalah mengapa buku ini dicetak dengan kertas buram?? Mengapa tidak mencetaknya dengan kertas kertas novel pada umumnya Overall buku ini berakhir dengan membuat penasaran kembali Entah lanjutannya sudah terbit atau belum Enjoy

epub De Liefde

De LiefdeTak mudah menjalani pembuangan di sebuah negeri asing meskipun negeri itu adalah negeri Belanda Tempat ia pernah menyemai cita cita menggali ilmu pengetahuan setinggi tingginya Sekar Prembayun tertatih tatih menyusuri kehidupan yang jauh dari dugaannya Termasuk harus berurusan dengan Roesmini van de Brand seorang perempuan indo yang dijual oleh ‘ayahnya’ di rumah pelacuran dan menjalani affair dengan seorang anggota parlemen Tak mudah untuk tetap mempertahankan semangat juang di saat badai menerpa dari segala penjuru Membuat idealisme seperti barang tertawaan Seperti yang dialami Everdine Kareen Spinoza pengacara yang memperjuangkan nasib klienn “Kami para wanita tak diberikan kesempatan yang sama dengan lelaki Seandainya aku tidak ngeyel mungkin aku tidak akan diizinkan bersekolah di ELS Menjadi satu satunya inlander perempuan di sana Aku mungkin akan dipingit seperti perempuan perempuan yang lain Diajari masak macak dan persiapan manak Seakan derajat perempuan memang hanya sekedar konco wingking belaka Perempuan bersekolah dianggap murang tata kurang ajar tak tahu tata krama Kami juga menyaksikan para Rama kami setiap saat menambah gundiknya seenak hati tanpa perlu—bahkan untuk sekedar memberi tahu—kepada istrinya yang sah Kami dianggap sebagai biji biji dakon yang bisa diatur sekehendak pengaturnya Kami tak punya kesempatan untuk mengeluarkan pendapat”••‘De liefde memoar Sekar Prembajoen’ adalah buku kedua dari tetralogi ‘De Winst’ Awalnya begitu antusias ingin baca lanjutan ‘De Winst’ karena menyisakan rasa penasaran ingin segera tahu lanjutannya seperti apa Akhirnya beli lah ke tokobukuafra beli buku kedua dan ketiganya sekaligus Tapi ya Dasarnya aku Tipe book lover yang ‘yang penting beli dulu bacanya kapan kapan’ Yang nggak tahu bacanya itu kapan 😁Aku baca ‘De Winst’ Ehm Agustus tahun lalu Jujur aku sedikit kesulitan untuk membaca buku ini Karena ingtanku tentang ‘De winst’ tidak begitu jelas Aku harus berusaha untuk mengingat alur cerita ‘De Winst’ Selain itu prolog dari buku ini dibuka dengan kehadiran Tokoh baru Nah loh bingung dech 😁 Tapi ku putuskan untuk tetap lanjut membacanyaSesuai dengan judulnya ‘Memoar Sekar Prembajoen’ Jadi buku ini menceritakan tentang pembuangan Sekar di Negeri Belanda—Netherland Tapi sayang seperti di buku petamanya yang seharusnya di buku tersebut Tokoh Utama yang mestinya banyak di sorot adalah Rangga Puruhita namun Mbak Afifah lebih menonjolkan Tokoh Sekar Tokoh Sekar begitu terlihat menakjubkan dan lebih menarik perhatian pembaca Nah di buku kedua kali ini pun juga begitu Seharusnya yang banyak di sorot adalah bagaimana kehidupan Sekar Tapi ya di buku ini Tokoh Sekar tidak begitu menarik perhatian Justru yang menarik perhatian adalah Tokoh Everdine Kareen Spinoza—Tokoh lama dengan segala sepak terjangnya Dan juga para Tokoh baru Justru kisah mereka lah yang lebih menarik perhatian dibanding kisah Sekar sendiri selama di pembuanganTapi bagaimana pun juga Aku tetap mengidolakan Sekar Prembajoen Dari awal di buku pertama dia adalah perempuan pribumi yang sangat mengagumkan Dia coba menunjukkan kecintaannya terhadap Bangsanya dengan segala perjuangannya dalam usaha memerdekakan Bangsanya Dia juga mencoba menunjukkan bahwa perempuan memiliki derajat yang sama dengan laki lakiSekar adalah sosok yang sangat kritis Biar pun dia dibesarkan dalam lingkungan Keraton tapi dia tidak sama dengan para perempuan Keraton pada umumnya Yang hanya dipersiapkan untuk urusan memasak macak rajang dan melahirkanTidak dengan Sekar dia memiliki pandangan dan cara berpikir yang berbeda Menurutnya perempuan dilahirkan bukan hanya untuk urusan urusan itu saja Perempuan ada bukan hanya untuk sekedar menjadi konco wingking belaka Bukan hanya untuk mendampingi dan melayani laki laki sajaSeperti yang aku tulis di awal review Kalimat tersebut adalah salah satu bukti ke kritis an Sekar Aku suka dibagian tersebut Ketika Sekar mencoba mencari tahu tentang kesetaraan antara perempuan dan laki laki Dia mencoba mancari kebenaran tersebut dari guru ngajinya Itu sangat menarik di usia Sekar yang masih remaja ketika itu dia sudah berpikir begitu kritis Dan iya dari keseluruh kisah Sekar dalam buku ini bagian itu lah yang aku sukaiMelalui buku ini sudah sangat jelas bahwa Mbak Afifah ingin menunjukkan pada dunia bahwa perempuan juga bisa melakukan hal hal yang juga bisa di lakukan oleh kaum lelaki Bahwa perempuan juga bisa menjadi hebat dan menakjubkan Dan bahwa perempuan sesungguhnya memiliki kesetaraan derajat dengan laki lakiYaa Walau dunia ini sudah bisa di katakan merdeka Dan setiap manusia memiliki kesamaan hak antara satu dengan yang lain tak memandang dia itu laki laki atau perempuan Tapi selaaaluu saja ada entah di belahan bumi bagian mana masih saja membedakan kedudukan antara laki laki dan perempuan Yang masih saja menganggap perempuan jauh lebih rendah dibanding dengan laki laki Tak terkecuali di IndonesiaDi Indonesia di daerah daerah tertentu aku yakin masih ada saja yang memiliki cara pandang dan berpikir seperti itu Sebab itu melalui buku ini Mbak Afifah mencoba mengajak kita untuk melek terhadap batasan batasan tersebut Bahwa tidak ada batasan perbedaan antara laki laki dan perempuan Kita semua sama kita semua memiliki hak yang sama Aku acungi jempol untuk Mbak Afifah dalam usahanya ini Walau di buku ini tentu masih ada kekurangannya Diantaranya seperti; Penggunaan kata dalam satu kalimat misal menggunakan kata Aku dan saya wanita dan perempuan dalam satu kalimat Harusnya kalau menggunakan kata aku ya aku saja Janga tiba tiba ganti dengan kata saya Sejak dari buku petama Mbak Afifah kurang begitu konsisten dalam penggunaan ejaan kadang menggunakan ejaan lama dan kadang juga menggunakan ejaan baru Sebagai contoh seperti nama Sekar Prembajoen kadang di lain halaman penulisannya berubah menjadi Sekar Prembayun Rangga Poeroehita jadi Rangga Puruhita Perubahan gelar kebangsawanan Di buku pertama gelar Sekar adalah Raden Rara di buku kedua ini menjadi Raden Adjeng Adanya kesalahan cetak dibeberapa bagian Dan masih ada beberapa kekurangan lainnyaNamun terlepas dari beberapa kekurangan tersebut Sekali lagi aku harus mengakui buku ini memang keren Dibandingkan dengan buku pertamanya ‘De Winst’ buku ini lebih menggugah selera Ada beberapa bagian yang cukup membuat pembaca merasakan ketegangan Emosi yang tercipta dalam buku ini lebih terasa Dan dengan ending yang menggantung cukup membuat pembaca penasaran untuk membaca buku selanjutnya 😁Jadi buat kalian yang ingin tahu lebih detail tentang kisah yang ada dalam buku ini Siapa saja Tokoh baru yang dihadirkan mbak Afifah Kalian segera saja untuk membaca buku ‘De Liefde’ ini Jangan lupa untuk membaca buku pertamanya terlebih dahulu jika kalian belum pernah membaca tetralogi ‘De Winst’Selamat membaca 🤗